HTML

Sabtu, 29 Mei 2010

Keistimewaan muslim dan mukmin

1. Tidak ada orang yang lebih mulia
di sisi Allah dari seorang mukmin.
(HR. Ath-Thabrani)
2. Umatku (umat Muhammad) ibarat
air hujan, tidak diketahui mana yang
lebih baik awalnya atau akhirnya.
(Mashabih Assunnah)
3. Sesungguhnya di kalangan
hamba-hamba Allah ada orang
yang apabila memohonkan sesuatu
maka Allah akan menerimanya
(mengabulkannya). (HR. Bukhari dan
Muslim)
4. Waspadalah terhadap firasat
seorang mukmin. Sesungguhnya
dia melihat dengan nur Allah." (HR.
Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
5. Sebaik-baik umatku adalah apabila
pergi (musafir) dia berbuka puasa
dan shalat Qashar, dan jika berbuat
kebaikan merasa gembira, tetapi
apabila melakukan keburukan dia
beristighfar. Dan seburuk-buruk
umatku adalah yang dilahirkan
dalam kenikmatan dan dibesarkan
dengannya, makanannya sebaik-
baik makanan, dia mengenakan
pakaian mewah-mewah dan bila
berkata tidak benar (tidak jujur). (HR.
Ath-Thabrani)
6. Barangsiapa menyenangi amalan
kebaikannya dan menyedihkan
(bersedih dengan) keburukannya
maka dia adalah seorang mukmin.
(HR. Al Hakim)
7. Akan ada suatu umat dari umatku
yang masih tetap melaksanakan
perintah Allah, maka tidak akan
membahayakan mereka orang-
orang yang mengecewakan dan
menentangnya dan sampai tiba
ketentuan Allah mereka tetap dalam
penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim)
8. Orang yang shaleh selalu
mendapat tekanan-tekanan. (HR. Al
Hakim)
9. Allah Azza wajalla mewajibkan
tujuh hak kepada seorang mukmin
terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1)
melihat saudara seimannya dengan
rasa hormat dalam pandangan
matanya; (2) mencintainya di dalam
hatinya; (3) menyantuninya dengan
hartanya; (4) tidak menggunjingnya
atau mendengar penggunjingan
terhadap kawannya; (5)
menjenguknya bila sakit; (6) melayat
jenazahnya; (7) dan tidak menyebut
kecuali kebaikannya sesudah ia
wafat. (HR. Ibnu Baabawih)
10. Sebaik-baik kamu ialah yang
diharapkan kebaikannya dan aman
dari kejahatannya, dan seburuk-
buruk kamu ialah yang tidak
diharapkan kebaikannya dan tidak
aman dari kejahatannya. (HR.
Tirmidzi dan Abu Ya'la)
11. Mencaci-maki seorang mukmin
adalah suatu kejahatan, dan
memeranginya adalah suatu
kekufuran. (HR. Muslim)
12. Aku mengagumi seorang
mukmin. Bila memperoleh kebaikan
dia memuji Allah dan bersyukur.
Bila ditimpa musibah dia memuji
Allah dan bersabar. Seorang
mukmin diberi pahala dalam segala
hal walaupun dalam sesuap
makanan yang diangkatnya ke
mulut isterinya. (HR. Ahmad dan
Abu Dawud)
13. Seorang mukmin yang kuat lebih
baik dan lebih disukai Allah daripada
seorang mukmin yang lemah dalam
segala kebaikan. Peliharalah apa-apa
yang menguntungkan kamu dan
mohonlah pertolongan Allah, dan
jangan lemah semangat (patah hati).
Jika ditimpa suatu musibah
janganlah berkata, "Oh andaikata
aku tadinya melakukan itu tentu
berakibat begini dan begitu", tetapi
katakanlah, "Ini takdir Allah dan apa
yang dikehendaki Allah pasti
dikerjakan-Nya." Ketahuilah,
sesungguhnya ucapan: "andaikata"
dan "jikalau" membuka peluang bagi
(masuknya) karya (kerjaan)
setan." (HR. Muslim)
14. Seorang muslim ialah yang
menyelamatkan kaum muslimin
(lainnya) dari (kejahatan) lidah dan
tangannya. Seorang mukmin ialah
yang dipercaya oleh kaum beriman
terhadap jiwa dan harta mereka,
dan seorang muhajir ialah yang
berhijrah meninggalkan dan
menjauhi keburukan (kejahatan).
(HR. Ahmad)
15. Seorang mukmin tidak akan
digigit dua kali dari lobang yang satu
(sama). (Mutafaq'alaih)
16. Tidak halal bagi seorang muslim
menakut-nakuti saudaranya yang
muslim. (HR. Abu Dawud)
17. Seorang mukmin bukanlah
pengumpat dan yang suka
mengutuk, yang keji dan yang
ucapannya kotor. (HR. Bukhari)
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar
Ajaran Muhammad) - Dr.
Muhammad Faiz Almath - Gema
Insani Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar