HTML

Kamis, 27 Mei 2010

Keutamaan do'a

1. Do'a adalah otaknya (sumsum /
inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2. Do'a adalah senjata seorang
mukmin dan tiang (pilar) agama
serta cahaya langit dan bumi. (HR.
Abu Ya'la)
3. Akan muncul dalam umat ini
suatu kaum yang melampaui batas
kewajaran dalam berthaharah dan
berdoa. (HR. Ahmad dan Abu
Dawud)
Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada
Allah untuk hal-hal yang tidak
mungkin dikabulkan karena
berlebih-lebihan atau untuk sesuatu
yang tidak halal (haram).
4. Do'a seorang muslim untuk
kawannya yang tidak hadir
dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)
5. Jangan mendo'akan keburukan
(mengutuk) dirimu atau anak-
anakmu atau pelayan-pelayanmu
(karyawan-karyawanmu) atau
harta-bendamu, (karena khawatir)
saat itu cocok dikabulkan segala
permohonan dan terkabul pula
do'amu. (Ibnu Khuzaimah)
6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada
waktu apa do'a (manusia) lebih
didengar (oleh Allah)?" Lalu
Rasulullah Saw menjawab, "Pada
tengah malam dan pada akhir tiap
shalat fardhu (sebelum salam)
." (Mashabih Assunnah)
7. Do'a yang diucapkan antara azan
dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah).
(HR. Ahmad)
8. Bermohonlah kepada Robbmu di
saat kamu senang (bahagia).
Sesungguhnya Allah berfirman
(hadits Qudsi): "Barangsiapa berdo'a
(memohon) kepada-Ku di waktu dia
senang (bahagia) maka Aku akan
mengabulkan do'anya di waktu dia
dalam kesulitan, dan barangsiapa
memohon maka Aku kabulkan dan
barangsiapa rendah diri kepada-Ku
maka aku angkat derajatnya, dan
barangsiapa mohon kepada-Ku
dengan rendah diri maka Aku
merahmatinya dan barangsiapa
mohon pengampunanKu maka Aku
ampuni dosa-dosanya." (Ar-Rabii')
9. Ada tiga orang yang tidak ditolak
do'a mereka: (1) Orang yang
berpuasa sampai dia berbuka; (2)
Seorang penguasa yang adil; (3) Dan
do'a orang yang dizalimi (teraniaya).
Do'a mereka diangkat oleh Allah ke
atas awan dan dibukakan baginya
pintu langit dan Allah bertitah, "Demi
keperkasaanKu, Aku akan
memenangkanmu (menolongmu)
meskipun tidak segera." (HR.
Tirmidzi)
10. Barangsiapa tidak (pernah)
berdo'a kepada Allah maka Allah
murka kepadanya. (HR. Ahmad)
11. Apabila kamu berdo'a janganlah
berkata, "Ya Allah, ampunilah aku
kalau Engkau menghendaki,
rahmatilah aku kalau Engkau
menghendaki dan berilah aku rezeki
kalau Engkau menghendaki."
Hendaklah kamu bermohon dengan
kesungguhan hati sebab Allah
berbuat segala apa yang
dikehendakiNya dan tidak ada
paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari
dan Muslim)
12. Hati manusia adalah kandungan
rahasia dan sebagian lebih mampu
merahasiakan dari yang lain. Bila
kamu mohon sesuatu kepada Allah
'Azza wajalla maka mohonlah
dengan penuh keyakinan bahwa
do'amu akan terkabul. Allah tidak
akan mengabulkan do'a orang yang
hatinya lalai dan lengah. (HR.
Ahmad)
13. Apabila tersisa sepertiga dari
malam hari Allah 'Azza wajalla turun
ke langit bumi dan berfirman :
"Adakah orang yang berdo'a
kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah
orang yang beristighfar kepada-Ku
akan Kuampuni dosa- dosanya?
Adakah orang yang mohon rezeki
kepada-Ku akan Kuberinya rezeki?
Adakah orang yang mohon
dibebaskan dari kesulitan yang
dialaminya akan Kuatasi kesulitan-
kesulitannya?" Yang demikian
(berlaku) sampai tiba waktu fajar
(subuh). (HR. Ahmad)
14. Tidak ada yang lebih utama
(mulia) di sisi Allah daripada do'a.
(HR. Ahmad)
15. Tiga macam do'a dikabulkan
tanpa diragukan lagi, yaitu doa
orang yang dizalimi, doa kedua
orang tua, dan do'a seorang musafir
(yang berpergian untuk maksud dan
tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu
Dawud)
16. Sesungguhnya Allah Maha
Pemalu dan Maha Murah hati. Allah
malu bila ada hambaNya yang
menengadahkan tangan (memohon
kepada-Nya) lalu dibiarkannya
kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)
17. Tiada seorang berdo'a kepada
Allah dengan suatu do'a, kecuali
dikabulkanNya, dan dia memperoleh
salah satu dari tiga hal, yaitu
dipercepat terkabulnya baginya di
dunia, disimpan (ditabung)
untuknya sampai di akhirat, atau
diganti dengan mencegahnya dari
musibah (bencana) yang serupa.
(HR. Ath-Thabrani)
18. Barangsiapa mendo'akan
keburukan terhadap orang yang
menzaliminya maka dia telah
memperoleh kemenangan. (HR.
Tirmidzi dan Asysyihaab)
19. Ambillah kesempatan berdo'a
ketika hati sedang lemah-lembut
karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-
Dailami)
20. Ali Ra berkata, "Rasulullah Saw
lewat ketika aku sedang
mengucapkan do'a : "Ya Allah,
rahmatilah aku". Lalu beliau
menepuk pundakku seraya berkata,
"Berdoalah juga untuk umum
(kaum muslimin) dan jangan
khusus untuk pribadi.
Sesungguhnya perbedaan antara
doa untuk umum dan khusus
adalah seperti bedanya langit dan
bumi." (HR. Ad-Dailami)
21. Berlindunglah kepada Allah dari
kesengsaraan (akibat) bencana dan
dari kesengsaraan hidup yang
bersinambungan (silih berganti dan
terus-menerus) dan suratan takdir
yang buruk dan dari cemoohan
lawan-lawan. (HR. Muslim)
22. Tidak ada manfaatnya bersikap
siaga dan berhati-hati menghadapi
takdir, akan tetapi do'a bermanfaat
bagi apa yang diturunkan dan bagi
apa yang tidak diturunkan. Oleh
karena itu hendaklah kamu berdoa,
wahai hamba-hamba Allah. (HR.
Ath-Thabrani)
23. Barangsiapa ingin agar do'anya
terkabul dan kesulitan-kesulitannya
teratasi hendaklah dia menolong
orang yang dalam kesempitan. (HR.
Ahmad)
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar
Ajaran Muhammad) - Dr.
Muhammad Faiz Almath - Gema
Insani Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar